Saturday, 7 November 2015

Tips Kesehatan: Memeriksa Denyut/Detak Jantung

loading...
loading...
Blog lain:

Apakah Anda secara rutin mengukur denyut jantung Anda sendiri? Mengukur denyut jantung adalah cara termudah untuk mengetahui kondisi jantung Anda. Selain itu, mengukur denyut jantung dapat dilakukan sendiri tanpa memerlukan alat khusus dan dapat dilakukan kapan saja. Memang betul, denyut jantung saja tidak dapat menjelaskan kondisi kesehatan jantung Anda secara keseluruhan, tetapi hal ini dapat membuat Anda semakin peduli terhadap kesehatan jantung Anda. 

Cara mengukur denyut jantung yang paling mudah adalah dengan meraba nadi di sebelah dalam pergelangan tangan Anda, sejajar dengan ibu jari Anda. Pada beberapa orang, tidak sulit untuk menemukan letak nadi tersebut karena ukurannya yang cukup besar dan berwarna kehijauan. Pada beberapa orang yang agak gemuk, mungkin cukup sulit untuk menemukannya. Cobalah untuk meraba menggunakan ibu jari tangan Anda yang lain sambil menggeser-geserkannya sampai menemukan denyutan yang Anda cari. 



Dalam kondisi istirahat/rileks, denyut jantung orang dewasa yang normal berkisar antara 60-100 denyut per menit. Cobalah untuk mengukur beberapa kali dan menghitung rata-rata hasil pengukuran Anda tersebut. Setiap menitnya, hasilnya mungkin saja tidak sama karena hal ini dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk gerakan dan pikiran Anda. Semakin banyak gerakan yang Anda buat, denyut jantung Anda mungkin akan meninggi. Begitu juga dengan pikiran Anda, apabila Anda takut, khawatir, atau kelewat senang; boleh jadi denyut jantung yang terukur akan bertambah tinggi. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Walaupun begitu, cobalah untuk rileks untuk mendapat hasil pengukuran yang optimal. 

Dalam kondisi berolahraga, detak/denyut jantung maksimal adalah 220 dikurangi umur Anda. Misalkan umur Anda adalah 50 tahun, maka detak jantung maksimum sesuai umur Anda adalah 220-50=170 kali per menit. Target detak jantung dalam berolahraga berkisar antara 55%-80% detak jantung maksimum sesuai umur Anda. Jangan memaksa untuk melebihi target tersebut karena mungkin dapat berakibat fatal.

Apabila sesudah berolahraga cukup lama detak jantung maksimum tidak juga tercapai, hal ini dapat diartikan bahwa Anda cukup bugar dan memiliki kekuatan otot jantung yang optimal. Pertahankanlah kondisi ini. Bagi Anda yang cukup cepat mencapai detak jantung maksimal ketika berolahraga, hal ini menandakan bahwa otot jantung Anda kurang terlatih, biasanya akibat kurang berolahraga.  Janganlah berkecil hati, dengan latihan kardio secara benar dan bertahap, Anda akan mencapai tingkat kebugaran jantung yang lebih baik. 

Anda harus berkonsultasi dengan dokter/ahli jantung Anda terlebih dahulu sebelum memulai latihan kardio untuk memperbaiki kinerja otot jantung Anda. Hal ini untuk memastikan bahwa latihan tersebut benar-benar akan membawa kebaikan seperti yang diharapkan dan bukan sebaliknya.

(disarikan dari berbagai sumber di Internet dan majalah)
loading...
loading...

2 comments:

  1. Penting juga ya untuk kita memeriksakan kesehatan jantung. tapi kalau terlalu di paksakan akan berakitbat fatal untuk kesehatan... Terimkasih gn tekniknya

    ReplyDelete