Friday, 13 November 2015

Kerjakan Sendiri: Mengatasi Kebocoran pada Dak Beton

loading...
loading...
Blog lain:
Apakah garasi atau tempat jemuran Anda berupa dak beton? Apakah Anda mengalami masalah dak beton yang bocor di setiap musim hujan? 

Cukup sulit untuk membuat dak beton yang "sempurna". Hampir dipastikan setiap musim hujan Anda akan mengalami masalah kebocoran yang diakibatkan air hujan yang merembes lewat retakan beton. Kalaupun tidak ada retakan yang terlihat, dak beton yang memiliki kemiringan yang kurang tepat akan menjadi kolam renang di setiap musim penghujan. Air yang menggenang pada "kolam renang" tersebut akan merembes melalui retakan-retakan halus yang ada pada dak beton. 

Dengan demikian, desain dak beton yang memiliki sudut kemiringan yang tepat; sehingga air tidak mudah menggenang adalah salah satu syarat utama agar Anda terhindar dari masalah kebocoran setiap tahunnya. 

Apakah hanya itu saja? Tentunya tidak, pekerjaan pembetonan yang kurang baikpun akan mempengaruhi kualitas dak beton yang Anda miliki. Timbulnya retakan baik besar maupun halus menandakan pekerjaan pembetonan yang kurang sempurna.

Lalu, apa yang dapat Anda perbuat untuk mengatasinya? Apakah Anda harus merobohkan dan membangunnya kembali? Tidak ada jaminan bahwa dak beton Anda selanjutnya bebas dari masalah ini. Dengan demikian, tindakan preventif dan korektif sebelum dan selama musim hujan tidak terhindarkan lagi, pun apabila Anda memiliki dak beton yang sempurna. 

Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengamati retakan-retakan yang timbul pada dak beton Anda sebelum musim hujan tiba. Apabila Anda menemukan retakan yang besar, mungkin Anda perlu memanggil tukang untuk memperbaikinya; karena pekerjaanya tidak mudah dan memerlukan beberapa peralatan khusus seperti gerinda. 


Memperbaiki Retakan dengan Semen Instant

Apabila retakan yang Anda temukan tidak terlalu besar, maka mungkin Anda dapat memperbaikinya sendiri. Untuk itu, Anda memerlukan beberapa peralatan tukang yang biasa seperti pahat beton, palu, kape, sendok semen, kuas dll. Material yang digunakan untuk perbaikan adalah semen instant, dan serat fiber/kain kasa.

Tentunya Anda dapat mencoba untuk membuat adukan semen dan pasir sendiri untuk mengganti semen instant yang sedikit lebih mahal. Walaupun begitu, saya sarankan untuk menggunakan semen instant yang sudah tersedia di pasaran dalam kemasan 1-5kg. Terdapat beberapa merk yang sudah cukup terkenal seperti AM dan Mortar Utama. 

Bongkarlah (chipping/coak/ketrek) retakan halus/kecil dengan menggunakan palu dan pahat beton. Tujuannya agar retakan menjadi besar sehingga penambalan dapat dilakukan dengan lebih sempurna. Anda tidak dapat begitu saja mengoleskan adukan semen instant pada permukaan beton yang licin karena adukan baru tidak akan dapat melekat pada lapisan beton lama. Pembongkaran ini membuat lapisan beton lama menjadi kasar sehingga akan membuat adukan semen instant melekat dengan lebih sempurna.Walaupun begitu, jangan membongkar terlalu besar; karena Anda akan menghabiskan banyak semen dan tentunya tenaga kelak untuk menutupnya kembali :-). 

Bersihkan "coakan" baru tersebut dari pasir dan batu-batu kecil hasil pembongkaran sebelum mulai mengoleskan semen instant.


Selanjutnya, buatlah adukan semen instant sesuai petunjuk yang ada di bungkusnya. Ikuti dengan seksama petunjuk tersebut dan jangan hanya menggunakan perkiraan saja. Tujuannya agar Anda memperoleh adukan semen yang berkualitas. 

Oleskan semen instant pada coakan tersebut sedikit-sedikit dengan menggunakan kape atau sendok semen. Oleskan semen sampai rata. Walaupun begitu, Anda tidak perlu membuatnya menjadi sangat licin dan rata karena hal itu baru akan dilakukan pada tahap selanjutnya (tahap plester/pengacian).

Letakkan serat fiber/kain kasa pada permukaan semenan yang masih basah. Fungsi dari fiber ini adalah untuk memperkuat lapisan plesteran. Selanjutnya, oleskan kembali semen instant di atas serat fiber/kasa tersebut dengan merata. Pada tahap ini, Anda harus memastikan bahwa lapisan semen yang Anda buat licin dan rata sesuai keinginan Anda. Gunakan kuas yang lembap/basah untuk membantu Anda mencapai tingkat finishing yang Anda inginkan. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin ingin membiarkan lapisannya tetap kasar agar tidak licin. Gunakan sapu lidi untuk membuat lapisan yang rata tetapi tidak licin.

Memperbaiki Retakan dengan Waterproofing

Apabila retakan yang Anda jumpai sangat halus, maka tindakan membongkar dan melapisinya lagi dengan semen instant mungkin dirasa terlalu berlebihan. Untuk itu, Anda dapat mencoba cara perbaikan yang lebih mudah dengan menggunakan waterproofing. 

Peralatan yang Anda perlukan hanya berupa kape, amplas, dan kuas/roll. Material yang dibutuhkan adalah waterproofing. Salah satu merk waterproofing yang cukup terkenal adalah Aquaproof yang tersedia dalam bebeberapa pilihan warna seperti abu-abu, putih, hitam, dan merah. 

Pertama-tama, bersihkan lokasi kebocoran dari semua kotoran. Gunakan kape untuk mengerok lumut atau kotoran laiinya. Gunakan amplas apabila Anda ingin memastikan permukaan yang akan dilapisi waterproofing menjadi sangat bersih. 

Aduklah waterproofing sampai rata dan oleskan secara merata ke bagian yang bocor dengan menggunakan kuas secara SATU ARAH saja. Apabila Anda menggunakan roll, oleskan waterproofing pada arah vertikal atau horizontal saja. 

Tunggu beberapa saat, lalu oleskan lagi waterproof dengan arah yang berlawanan. Tujuannya adalah untuk menutup seluruh pori-pori yang ditinggalkan pada olesan pertama. Anda dapat menggunakan serat fiber untuk memperoleh kualitas yang lebih baik.

Bagaimana? Walaupun tidak terlalu mudah, Anda dapat mencoba sendiri untuk memperbaiki kebocoran kecil di rumah Anda. Apabila belum juga berhasil, mungkin saatnya Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk memanggil tukang yang professional untuk memperbaiki kebocoran di rumah Anda :-).
(disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi).  
loading...
loading...

1 comment:

  1. Yg butuh mengatasi kebocoran dak beton dan kamar mandi,basement dll hub 085608036310

    ReplyDelete