Tuesday, 29 December 2015

Tips Kesehatan: Membasmi Nyamuk Demam Berdarah

loading...
loading...
Apakah Anda atau salah satu anggota keluarga Anda pernah terkena demam berdarah? Mudah-mudahan belum dan tidak akan pernah. Seperti yang Anda ketahui, penyakit ini cukup berbahaya dan sangat mematikan apabila tidak ditangani dengan segera.

Banyak artikel di Internet yang membahas tentang gejala DBD, saya sarankan Anda untuk membacanya agar dapat mengambil langkah-langkah pengobatan yang diperlukan apabila Anda terkena penyakit tersebut. 


Artikel ini tidak akan membahas mengenai penyakit maupun pengobatannya melainkan lebih pada upaya pencegahan sebelum wabah terjadi. Penyakit DBD dengan cepat menjadi wabah apabila tidak ditangani. Saya yakin Anda sering mendengar cerita tentang si B yang terkena DBD tidak lama sesudah si A dan disusul si C, D, dst. Ya, itulah pertanda wabah DBD sudah menyerang pemukiman Anda.
Inti dari pencegahan DBD adalah "memutus" rantai penyebaran. Penyebar DBD adalah nyamuk Aedes aegypti. Untuk memutus rantai penyebaran, Anda tidak boleh memberi kesempatan nyamuk jenis ini untuk hidup dan berkembang biak. Selain membawa virus Dengue, nyamuk Aedes aegypti juga dapat membawa virus  demam Kuning dan Chikunguya.

Aedes
Berikut ini adalah langkah-langkah penting untuk membatasi perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti. 

Identifikasi Lokasi-lokasi dimana Air Tergenang

Di sekitar Anda, tentunya ada banyak lokasi air tergenang, entah yang sifatnya sengaja maupun tidak disengaja.

Salah satu contoh genangan air yang dibuat dengan sengaja adalah kolam, bak mandi, aquarium, air dalam ember, dll. Tutuplah tempat-tempat tersebut dan kuraslah secara berkala.

Genangan air yang tidak disengaja cenderung lebih berbahaya karena tidak pernah diperhatikan keberadaanya. Contoh genangan air yang tidak disengaja adalah air di pot bunga, tempat penadah air yang terbuang pada dispenser, air di wadah-wadah tak terpakai, air di parit yang tidak mengalir, dll. Cobalah berkeliling rumah untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi genangan air jenis ini dan buanglah air yang tergenang dengan segera, balikkan wadah-wadah air yang tidak terpakai, bersihkan parit yang menggenang, dll.


Apabila memungkinkan Lakukan Fogging

Hubungilah pengurus RT/RW di tempat Anda dan sampaikan usulan Anda untuk melakukan fogging secara berkala. Tentunya Anda harus bersiap menghadapi penolakan karena fogging bagi beberapa lingkungan mungkin tidak mudah/murah untuk dilakukan.

Bersihkan Lemari Pakaian

Lemari pakaian atau tumpukan pakaian adalah salah satu tempat favorit nyamuk Aedes untuk bersembunyi. Kibas-kibaskan pakaian dan tutup lemari pakaian apabila tidak digunakan.

Pangkas Tanaman yang Terlalu Lebat
Tanaman adalah salah satu tempat tinggal favorit nyamuk. Pangkas daun-daun/ranting yang sudah terlalu lebat agar jangan dijadikan tempat tinggal nyamuk. 

Tanamlah Tanaman yg Tidak Disukai Nyamuk

Bunga Lavender dan beberapa tanaman lainnya dapat mengusir dan mencegah nyamuk berkembang biak. Tidak ada salahnya Anda mencoba untuk menanam tanaman jenis ini, selain untuk mengusir nyamuk juga untuk memperindah taman/ruangan Anda.

Gunakan Kelambu

Nyamuk Aedes biasanya beredar pada siang hari. Gunakan kelambu pada saat tidur siang. Tentunya Anda juga dapat tetap menggunakan kelambu pada saat tidur malam untuk menghindari gigitan nyamuk jenis lain yang berkeliaran pada malam hari.

Gunakan Pengusir Nyamuk atau Mosquito Trap

Ada beberapa produk pengusir nyamuk yang menggunakan frekuensi tertentu untuk mengusir nyamuk. Selain itu, Anda juga dapat membeli mosquito trap yang banyak tersedia di pasaran. Salah satu produk yang sering digunakan adalah yang berbentuk raket badminton. 

Gunakan Obat Nyamuk

Di pasaran beredar berbagai macam obat nyamuk, gunakan secara bijak karena obat nyamuk sendiri tidaklah baik untuk kesehatan Anda.

Lapor pada RT/RW
Apabila Anda/anggota keluarga terkena atau Anda mengetahui seseorang di lingkungan Anda terkena DBD; segera laporkan pada pengurus RT/RW agar segera dapat dilakukan fogging maupun kerja bakti untuk membersihkan lingkungan.


Upaya pencegahan ini tidak akan terlalu efektif apabila hanya dilakukan di 1-2 rumah saja. Nyamuk tetap saja akan berkembang biak di rumah-rumah lain yang tidak melakukan upaya pencegahan.

Dengan demikian, upaya pencegahan ini harus dilakukan secara massal oleh seluruh warga lingkungan dalam bentuk kerja bakti.
loading...
loading...

No comments:

Post a Comment