Friday, 12 February 2016

Tips Properti: Membeli Rumah di Cluster

loading...
loading...
Apakah Anda sedang mempertimbangkan untuk memiliki rumah di dalam sebuah Cluster tertentu di suatu kompleks perumahan? Cermati beberapa hal berikut ini sebelum Anda menjatuhkan pilihan pada rumah idaman Anda.

Lokasi
Pertimbangan mengenai lokasi berlaku secara umum, entah Anda akan membeli rumah di dalam sebuah cluster, di luar cluster, di pinggir jalan, apartement, dll. Penentuan lokasi yang keliru akan menyebabkan biaya operasional yang tinggi, terutama untuk transportasi. Sebarapa jauh kah letak rumah dari tempat kerja Anda? Apakah ada sekolah yang berkualitas di sekitar perumahan yang sedang diincar? Berapa jauh letaknya dari fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit, tempat ibadah, dll?

Rumah di dalam cluster, pada umumnya cukup jauh dari jalan raya. Apabila tempat yang Anda tuju terlalu jauh dari tempat-tempat yang rutin Anda kunjungi (misalnya tempat kerja dan sekolah), maka sudah pasti kelak biaya operasional untuk transportasi juga akan melambung. Selain itu, waktu berharga Anda untuk berkumpul bersama keluarga makin sedikit karena akan lebih banyak dihabiskan di jalan.

Cluster Karawaci - rumahjabodetabek.com
Pengelola Cluster
Pada awalnya, cluster akan dikelola oleh developer; terutama apabila masih ada cukup banyak unit yang belum laku terjual. Cluster yang dikelola developer biasanya relatif cukup terawat, walaupun kita tidak bisa berharap memperoleh fasilitas/layanan yang lebih apabila cluster dikelola secara mandiri oleh paguyuban. Keluhan warga yang clusternya masih dikelola developer umumnya adalah seputar terbatasnya jumlah tenaga kebersihan dan juga pengamanan. Selain itu, tidak tersedianya fasilitas pertemuan warga. Di lain pihak, infrastruktur di dalam cluster yang masih dikelola developer biasanya relatif lebih terawat, jalan, penerangan jalan, pohon, dll. Hal ini disebabkan karena developer masih berupaya untuk memasarkan unit-unit yang masih belum laku terjual.

Apabila sebagian besar unit sudah terjual, developer biasanya akan mulai membina warga setempat untuk membentuk sebuah paguyuban. Paguyuban ini kelak akan mengelola cluster secara mandiri setelah developer "angkat kaki". Paguyuban akan membawahi beberapa RW untuk cluster yang besar. Walaupun begitu, pada umumnya Paguyuban hanya mewakili satu RW, sehingga ketua Paguyuban merangkap sebagai ketua RW sekaligus. Cukup banyak paguyuban yang dapat mengelola cluster dengan baik, bahkan lebih baik daripada developer. Walaupun begitu tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya.

Kenali baik buruknya pengelolaan cluster dengan melihat fasilitas apa yang tersedia, kondisi fasilitas, kondisi infrastruktur jalan dan penerangan, jumlah keamanan yang berjaga pada suatu saat, jumlah petugas kebersihan, dan apabila memungkinkan tanyakan pada 1-2 orang calon tetangga Anda.



Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL)
IPL atau beberapa tempat lain menyebutnya sebagai PPL adalah sumber dana utama untuk pengelolaan cluster, baik ketika masih dikelola developer maupun oleh paguyuban. Pada saat jumlah unit masih belum banyak terjual, maka developer akan memberikan andil yang besar untuk mengisi kas IPL. Sebaliknya ketika sebagian besar atau seluruh unit (dan kavling) sudah terjual maka developer akan sangat sedikit kontribusinya pada kas IPL.

Dana IPL ini akan digunakan untuk membayar gaji petugas keamanan, kebersihan, pengelolaan sampah, penerangan jalan, air untuk fasilitas umum, perawatan fasum, pemotongan pohon, fogging, acara warga, dll.

Besarnya dana IPL biasanya ditentukan dari jumlah total dana yang harus dihimpun dibagi jumlah rumah sesuai dengan ukuran tanah. Dengan demikian, apabila Anda membeli rumah dengan tanah terbesar di dalam cluster, makan boleh jadi iuran IPL Anda akan cukup besar.

Ketahui dan bandingkan besarnya iuran IPL yang berlaku pada saat ini dan tren kenaikannya di masa lalu. Apabila memungkinkan coba tanyakan juga besarnya kas yang dimiliki paguyuban pada saat ini untuk menilai apakah pengelolaan lingkungan yang sudah ada pada saat ini akan berkesinambungan atau terancan macet dalam beberapa bulan ke depan. 

Jangan kaget apabila beberapa cluster "kaya" dapat memiliki saldo mencapai ratusan juga rupiah (bahkan Milyar) yang merupakan kumpulan sisa saldo iuran IPL bulanan dikurangi biaya operasional selama bertahun-tahun! Di satu pihak hal ini menimbulkan rasa aman mengenai kelangsungan pengelolaan lingkungan. Di lain pihak, hal ini juga mengindikasikan bahwa iuran IPL mungkin terlalu besar sehingga ada surplus yang cukup besar setiap bulannya.

Tunggakan Pemilik Rumah Lama
Jangan kaget apabila pintu rumah baru Anda diketuk oleh petugas IPL yang menagih tunggakan IPL yang belum dibayarkan pemilik lama. Lebih parah lagi kalau tidak lama kemudian datang petugas PLN/PDAM hendak mencabut meteran listrik/air Anda akibat tunggakan yang belum diselesaikan. Hal ini disebabkan karena kekurangtelitian Anda untuk memastikan bahwa seluruh tunggakan sudah dibayarkan pemilik rumah lama sebelum transaksi jual-beli dilakukan.

Jangan lupakan juga PBB, walaupun transaksi rumah tidak dapat diselesaikan apabila PBB belum diselesaikan oleh pemilik rumah lama; pastikan sekali lagi bahwa agar Anda tidak terkaget-kaget kelak ketika mengalami masalah dalam pembayaran pajak rumah.

Tetangga
Ingatlah bahwa Anda akan tinggal dengan tetangga baru. Perhatikan apakah tetangga Anda cenderung ekslusif (dengan meninggikan tembok yang berbatasan dengan rumah Anda) atau cenderung lebih suka untuk kongkow-kongkow dengan tetangga lain. Sesuaikan hal ini dengan keinginan/gaya Anda.

Gangguan dari binatang peliharaan juga harus Anda waspadai. Apabila anda takut anjing tentunya hindarilah rumah di sebelah pecinta anjing. Sebaliknya, kalau Anda pecinta peliharaan; coba lihat lingkungan sekitar apakah ada yang memiliki peliharaan seperti Anda? Kalau ya berapa banyak? Jangan sampai kelak Anda menjadi troublemaker.

Mobil yang terparkir di luar. Tidak jarang satu rumah memiliki mobil lebih banyak dari jumlah carport/garasi rumah tersebut. Akibatnya, mobil akan diparkir di pinggir jalan. Apabila mungkin, carilah cluster yang jalanannya tidak dipadati oleh mobil yang parkir di pinggir jalan sehingga menyusahkan Anda kelak apabila hendak parkir/keluar dari rumah.

Keamanan
Rumah di dalam cluster seringkali menjadi sasaan perampok. Kenali reputasi keamanan cluster dengan bertanya pada warga cluster sebelah. Anda akan memperoleh banyak informasi dari warga cluster sebelah daripada dari warga cluster setempat. Selain itu, cobalah lihat apakah cluster yang Anda incar berbatasan langsung dengan perumahan warga di luar komplek (non-cluster)? Kalau iya, apakah cukup banyak tembok yang berbatasan langsung? Apakah tersedi fasilitas pengawasan yang memadai? Penerangan di sisi-sisi tembok tersebut?

Polisi Tidur/Roadbump
Bagi Anda yang memiliki anak-anak, keberadaan polisi tidur di jalanan di depan rumah akan membuat Anda tidak terlalu merasa khawatir tentang keselamatan anak-anak Anda yang sedang bermain di luar. Tidak jarang, jalanan yang tidak dilengkapi polisi tidur dijadikan sarana kebut-kebutan warga yang kurang peduli atau anak-anak ABG; sehingga dapat membahayakan anak-anak yang bermain di depan rumah.

Semoga bermanfaat!

(disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi)
loading...
loading...

No comments:

Post a Comment