Friday, 26 July 2019

Tips Hemat Listrik

loading...
loading...
Menghemat listrik tentu selalu menjadi ide yang menarik untuk mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga. Sebagai contoh, dengan satu buah lampu 40 Watt yang menyala satu jam penuh, Anda akan dibebani biaya kurang lebih Rp 58.48 per jam nya (asumsi tarif per Kwh Rp 1462,00). Dengan demikian, apabila ke-10 lamput tersebut yang menyala sekitar 12 jam per hari, maka setiap harinya Anda akan dibebani biaya sebesar Rp 58.48 x 10 x 12 = Rp 7017.6 atau Rp 210528 per bulan.

Jumlah di atas mungkin terasa mahal bagi sebagian orang dan mungkin terasa tidak terlalu mahal bagi sebagian orang lainnya. Walaupun begitu, mestinya setiap orang sepakat apabila lampu bisa dipadamkan 15 menit saja lebih awal, maka biaya yang bisa dihemat dapat digunakan untuk keperluan lain. 

Perkiraan biaya listrik setelah lampu dipadamkan 15 menit lebih awal adalah sebagai berikut: Rp 58.48 x 9.75 (15 menit = 0.25 jam) x 12 = Rp 6,842.16 per hari atau Rp 205,264.8 per bulan. Biaya yang dihemat memang terlihat tidak seberapa, yaitu sekitar Rp 5000.00 per bulan. Walaupun begitu, dari illustrasi ini, mudah-mudahan Anda dapat memperoleh gambaran bahwa penghematan biaya dapat dilakukan semudah mengurangi waktu operasional perangkat listrik setiap hari. 



Sebagai langkah awal, selesai membaca artikel ini, cobalah untuk berkeliling di dalam rumah. Coba perhatikan perangkat listrik apa saja yang sebetulnya tidak perlu menyala, bahkan hanya untuk kondisi standby. Beberapa perangkat ini mungkin dapat Anda periksa saat ini: 

1. Lampu Taman
- Apakah hari sudah/masih terang sehingga lampu perlu menyala? 
- Apakah Anda masih menggunakan lampu pijar yang memerlukan daya tinggi? Cobalah untuk mempertimbangkan penggunaan lampu LED berdaya rendah pada kesempatan penggantian bola lampu berikutnya. 
- Gunakan timer atau sensor cahaya untuk menyalakan atau mematikan lampu secara otomatis. Tentu saja untuk hal ini biaya yang dikeluarkan harus diperhitungkan juga. Alternatif termurah adalah menggunakan fasilitas pengingat (reminder) pada perangkat ponsel pintar Anda untuk memberikan notifikasi untuk mematikan lampu setiap pagi.

2. AC/Kipas Angin
- Apakah hari cukup panas sehingga AC/Kipas angin perlu menyala? Bisakah Anda cukup menutup tirai atau membuka pintu agar hawa segar dapat masuk ke dalam ruangan? 
- Apakah ada orang yang menggunakan AC/Kipas tersebut, jangan-jangan tidak ada seorangpun dalam ruangan. 
- Apabila tersedia AC dan Kipas, mungkin Anda bisa menggunakan kipas saja dulu untuk sekedar mendinginkan ruangan apabila udara tidak terlalu panas. Tentu saja hal ini tergantung dari jenis kipas dan daya listrik yang digunakan kipas. Kipas berdaya besar mungkin akan lebih boros listrik dari AC yang secara otomatis akan mematikan kompresornya apabila udara sudah cukup dingin. 
- Set temperatur AC pada suhu yang tidak terlalu dingin agar kompresor AC tidak terlalu sering bekerja. 

3. Lemari Pendingin
- Coba cek apa saja yang yang ada di dalam lemari pendingin Anda? Apakah benda/makanan tersebut memang perlu didinginkan untuk menjaga keawetannya? 
- Set temperatur lemari pendingin pada suhu yang tidak terlalu dingin agar kompresornya tidak terlalu sering bekerja, tentunya dengan mempertimbangkan standar preservasi makanan/benda yang Anda dinginkan dalam lemari pendingin.
- Apabila Anda sedang mempertimbangkan untuk mengganti lemari pendingin, cobalah cari lemari pendingin yang hemat energi.

Semua langkah-langkah tersebut dapat Anda terapkan pada perangkat lain seperti rice cooker, setrika, TV, dll. Setelah melakukan upaya penghematan tersebut, cobalah Anda hitung potensi biaya yang berhasil Anda hemat dalam satu bulan. Hal ini penting untuk mempertahankan semangat penghematan listrik (dan biaya) serta memberikan jalan untuk munculnya ide-ide penghematan yang lebih baik.

Anda punya ide penghematan yang ingin dibagikan? Silakan dituliskan dalam kolom komentar di bawah. Selamat melakukan penghematan.

(Sekian)
loading...
loading...