Friday, 26 February 2016

Ulasan Film: Zootopia

loading...
loading...
Sudahkah Anda menonton film animasi komputer tiga dimensi terbaru dari Walt Disney yang berjudul Zootopia? Kalau belum, tidak ada salahnya Anda meluangkan waktu untuk menonton bersama buah hati Anda. Saat ini, film yang diarahkan oleh Byron Howard, Rich Moore, dan Jared Bush ini masih diputar di beberapa bioskop di Indonesia.

Setting film ini adalah di dunia khayalan yang dihuni oleh berbagai satwa yang maju peradabannya. Para predator sudah dapat mengontrol keinginan tingkat rendahnya untuk memangsa. Para mangsa dapat hidup berdampingan dengan tentram bersama mangsanya.

Dalam film ini digambarkan bahwa populasi jumlah pemangsa jauh lebih kecil (kalau tidak salah sekitar 10%) dari keseluruhan populasi. Walaupun kecil, peran para pemangsa ini cukup mendominasi kehidupan di Zootopia. Sebagai contoh, Walikota Zootopia adalah seekor singa bernama Lionheart.

Selain itu, di kalangan hewan mangsa-pun terjadi pembagian kasta antara mangsa lemah dan mangsa yang kuat. Hewan-hewan mangsa lemah seperti kelinci dan biri-biri tidak terlalu diperhitungkan di masyarakat Zootopia dan sering disepelekan. Setting ini sedikit banyak menggambarkan kehidupan sosial di masyarakat kita pada umumnya.

Sumber: Wikipedia
Judy Hoops (diperankan oleh Ginnifer Goodwin), tokoh utama dalam film ini, adalah seekor kelinci yang tentu saja mewakili kelompok mangsa terlemah. Judy melamar menjadi anggota kepolisian ZPD (Zootopia Police Department) dan dia dapat melalui seluruh pelatihan dengan baik. Judy bahkan menjadi lulusan terbaik akademi kepolisian.

Baca Juga: Mengurangi Pengaruh Buruk Menonton Televisi pada Anak

Sebagai mangsa terlemah, Judy tidak diberi kesempatan untuk berkiprah sesuai dengan kemampuan akademisnya di kepolisian. Sebagai gantinya, Judy hanya diberikan tugas menjaga parkir; suatu posisi yang tampaknya tidak terlalu diperhitungkan di kepolisian dan tidak beresiko.

Judy yang merasa diremehkan bertekad untuk menjadi penjaga tiket parkir terbaik yang memberikan ratusan tiket tilang dalam satu hari. Judy sukses menjalankan misinya. Walaupun begitu, jauh di lubuk hati, Judy tetap menginginkan untuk menjadi polisi yang sesungguhnya hingga akhirnya ia dapat membuktikan dirinya mampu menangkap pencuri di toko makanan,

Baca Juga: Mengatasi Anak yang Tidak Mau Makan

Alih-alih memperoleh penghargaan, Judy malah diancam akan diberhentikan oleh Captain Bogo atasannya (diperankan oleh Idris Elba) karena dianggap melanggar otoritasnya sekaligus juga menciptakan keresahan di lingkungan hewan pengerat (Rodentia) dalam aksi kejar-kejarannuya dengan Duke Weaselton (diperankan oleh Alan Tudyk) sang pencuri makanan.

Sekonyong-konyong, hadir Mrs. Otterton (Octavia Spencer), seekor anjing laut - pemangsa yang tidak terlalu buas, di tengah pembicaraan antara Captain Bogo dan Judy. Mrs. Otterton mengadukan mengenai suaminya yang hilang berhari-hari dan tidak kunjung ditemukan oleh ZPD. Di tengah pembicaraan tersebut, Judy menawarkan bantuan pada Mrs. Otterton yang diterima dengan sangat senang hati tetapi di lain pihak memicu kemarahan Captain Bogo.

Baca Juga: Berwisata ke Jendela Alam Lembang

Captain Bogo tetap pada pendiriannya untuk memberhentikan Judy dan memintanya untuk mengaku pada Mrs. Otter bahwa dia hanyalah seorang penjaga parkir dan bukan polisi sungguhan. Tiba-tiba datanglah Wakil Walikota (Deputy Mayor) Dawn Bellweather (Jenny Slate), seekor biri-biri yang mewakili mangsa terlemah seperti halnya kelinci, yang mendukung penugasan Judy untuk menemukan suami Mrs. Otterman.Captain Bogo yang tersudut memberi kesempatan Judy untuk menemukan suami Mrs. Otterman dalam 48 jam.

Dalam pencarian pelaku kejahatan, Judy dibantu oleh Nick Wilde (Jason Bateman) seorang penjahat kelas teri yang dia kenal ketika masih menjalankan tugasnya sebagai petugas parkir.

Bagaimana kisah selanjutnya? Saya sarankan Anda menonton film ini untuk mengetahui kisah seutuhnya. Film ini juga dipenuhi oleh kejadian-kejadian kocak, khas Walt Disney, yang dapat memancing gelak tawa. Animasi apik khas Disney juga membuat setting dan plot ini terasa nyata.

Baca Juga: Berwisata ke Rumah Stroberi Bandung

Tentunya, dalam gegap gempita film animasi 3D terbaru karya Disney ini, Anda harus menangkap pesan tersirat yang ingin disampaikan dalam film ini, bahwa pada hakekatnya kita harus menghargai orang dari golongan masyarakat manapun juga, baik yang terkuat apalagi yang terlemah.

Apabila Anda menonton filmnya kelak, Anda akan mengetahui bahwa motivasi di balik seluruh kejahatan yang terjadi di Zootopia berasalah dari keinginan mangsa terlemah untuk mendiskreditkan dan menyingkirkan para predator sehingga mereka dapat berkuasa.

Film ini memang tidak terlalu cocok untuk ditonton oleh anak-anak balita yang belum paham mengenai alur cerita dan makna di balik cerita tersebut. Karena itulah, bantulah mereka untuk memahaminya.

Baca Juga: Membasmi Nyamuk Penyebar Virus Zika

Dalam film ini, tidak banyak (hampir tidak ada) adegan kekerasan yang offensif dan sangat vulgar. Tidak ada tembak-tembakan seperti halnya film mengenai detektif/polisi. Judy bersama partnernya Nick Wilde mampu menumpas kejahatan dengan cara mengelabui penjahat tanpa menggunakan kekerasan.

(disarikan dari pengalaman pribadi dan Wikipedia)



Cast (wikipedia)

loading...
loading...

No comments:

Post a Comment