Friday, 26 February 2016

Kerjakan Sendiri: Memperbaiki Sendiri Lantai Keramik yang Menggembung (Popping)

loading...
loading...
Perubahan cuaca yang ekstrem kadang-kadang dapat mengakibatkan lantai keramik di rumah Anda menggembung (popping). Penyebab utama kerusakan ini sebetulnya bukan pada perubahan cuaca tetapi lebih pada kualitas pekerjaan pemasangan lantai keramik yang kurang baik.

Baca Juga: Memperbaiki Nat Keramik

Apabila kerusakan terjadi pada sebagian besar lantai, mungkin sebaiknya Anda memanggil tukang untuk memperbaikinya daripada mencoba mengerjakannya sendiri. Selain cukup melelahkan, pekerjaan ini memerlukan peralatan khusus seperti pemotong keramik yang mungkin tidak Anda miliki.Walaupun begitu, apabila kerusakan hanya pada satu atau dua keramik saja, mungkin Anda dapat mencoba memperbaikinya sendiri.

Alat-alat yang dibutuhkan adalah palu dan pahat. Saya pribadi lebih suka menggunakan pahat kayu daripada pahat batu. Hal ini disebabkan karena pahat kayu memiliki bentuk yang lebih kecil. Bentuknya yang kecil ini sangat menolong ketika menghancurkan/melepaskan bagian keramik yang rusak tanpa merusak bagian keramik lain yang ingin dipertahankan.

Perkakas yang Diperlukan

Hindari untuk membongkar keramik yang tidak berbentuk segi empat penuh. Keramik-keramik yang tidak berbentuk segi empat penuh biasanya mengisi bagian sudut atau yang dekat ke dinding. Anda akan memerlukan alat potong keramik untuk memperoleh keramik pengganti dengan bentuk seperti itu. Walaupun begitu, apabila bagian tersebut sudah rusak (terlanjur dihancurkan); maka Anda mungkin dapat meminta toko material untuk memotongkan keramik baru sesudai dengan bentuk tersebut. Buatlah gambar dengan ukuran yang presisi sebelum keramik di bagian tersebut dihancurkan.

Apabila memungkinkan, cobalah untuk membongkar keramik tanpa menghancurkannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memukul secara hati-hati nat keramik (semen di antara dua keramik yang berhimpitan) dengan menggunakan pahat kayu. Berhati-hatilah ketika memukul nat, alih-alih Anda dapat menghemat satu buah keramik Anda malah menghancurkan keramik-keramik yang berada di sekitar keramik tersebut yang mungkin ingin Anda pertahankan.

Baca Juga: Mengganti Sendiri Silinder Kunci Rumah

Saya pribadi lebih suka memukul hancur bagian tengah keramik yang akan dilepaskan daripada bersusah payah mencoba menghemat satu buah keramik. Karena selain membuang waktu, seringkali upaya tersebut gagal dan malahan membuat cacat keramik-keramik yang ada di sekitarnya yang ingin saya pertahankan.



Pukul/ketuk-ketuklah bagian tengah secara perlahan keramik yang hendak dihancurkan. Jangan memukul terlalu ke pinggir karena Anda mungkin dapat mengenai bagian lain yang tidak akan ikut dihancurkan. Sesudah keramik retak, Anda dapat mencongkel bagian yang pecah dengan tangan atau pahat kayu. Jangan dipaksa apabila keramik masih sulit dicongkel, karena hal itu dapat merusak keramik sebelahnya. Ketuk-ketuklah sekali  lagi keramik tersebut sampai mudah bagi Anda untuk mencongkelnya.

Baca Juga: Memperbaiki Dak Beton yang Bocor

Jangan khawatir dengan bagian sudut yang berhimpitan dengan keramik lain karena ada trik yang dapat Anda gunakan  untuk meminimalkan kemungkinan rusaknya keramik di sekitarnya. Caranya adalah dengan memasukkan pahat kayu ke bagian bawah keramik seperti hendak mencongkel (lihat illustrasi di bawah). Biasanya bagian bawah keramik  yang menggembung sudah tidak melekat lagi dengan semen di bawahnya sehingga Anda tidak akan kesulitan memasukkan ujung pahat ke bawah keramik. Jangan memasukkan terlalu dalam, lakukan sedikit-sedikit saja. Ketika ujung pahat kayu sudah berada di bawah keramik tersebut, pukul secara perlahan bagian atas keramik yang ditopang oleh pahat kayu.


Trik ini pada dasarnya adalah upaya untuk membuat rongga di antara keramik dengan semen. Dengan adanya rongga tersebut, ketika keramik dipukul dengan palu, biasanya keramik akan langsung retak. Lakukan sedikit-sedikit hingga sisi yang bersentuhan dengan keramik di sebelahnya terlepas.


Bersihkan bagian-bagian keramik yang masih tertinggal sebelum memasang keramik yang baru. Agar keramik yang baru dapat melekat dengan sempurna, Anda harus menipiskan lapisan semen lama sekaligus membuat kasar permukaannya. Tujuannya adalah agar keramik yang baru memiliki ketinggian yang kurang lebih sama dengan permukaan keramik di sekitarnya ketika Anda melekatkannya dengan semen. Permukaan yang kasar memastikan semen baru dapat menyatu dengan baik dengan semen lama.



Baca Juga: Berwisata ke Jendela Alam Lembang 

Untuk memasang keramik, saya menganjurkan Anda untuk menggunakan semen instant yang dijual di pasaran. Ada beberapa merk yang dapat Anda pilih, seperti Lemkra, Superfix, maupun Mortar Utama yang umumna dijual dalam kemasan 5kg. Untuk memasang keramik seluas satu meter persegi, Anda akan butuh sekitar 5kg apabila membuat campuran semen dan air seperti yang disarankan dalam petunjuknya. Dengan semen instant, Anda tidak perlu lagi membuat adukan semen dan pasir yang cukup merepotkan.


Sebarkan adukan semen instant secara merata. Gunakan serok bergerigi untuk membuat alur pada lapisan semen. Alur ini fungsinya untuk meratakan adukan semen jika keramik sudah dipasang.

Selanjutnya pasang keramik  satu per satu. Sebelum memasang keramik berikutnya, bersihkan semen berlebih dengan menggunakan kape agar tidak mengisi rongga nat. Kelak rongga ini akan diisi dengan semen khusus untuk mengisi nat. Berilah jarak yang memadai untuk rongga nat. Untuk membuat jarak yang presisi, Anda dapat menggunakan tile spacer yang dapat dibeli di toko material.

Setelah seluruh keramik terpasang, biarkan beberapa saat agar semen mengering.  Cepat lambatnya pengeringan tergantung seberapa banyak air yang Anda gunakan dalam campuran semen yang dibuat. Umumnya di hari yang panas, semen akan mengering dalam waktu kurang dari sehari.


Sesudah mengering, cor lah sela-sela keramik dengan semen khusus nat keramik. Bersihkan sisa-sisa semen nat yang masih basah dengan menggunakan karet/busa.

Jangan kecewa kalau ada beda tinggi permukaan keramik yang baru dipasang dengan keramik lama. Hal ini cukup wajar (bahkan tukang profesional pun sering mengalami hal yang sama), mengingat cukup sulit mengerok lapisan semen lama agar kedalamannya cukup untuk lapisan semen baru. Perbedaan tinggi ini dapat disiasati dengan membuat sambungan nat yang landai agar tidak terasa terlalu menonjol.

Selamat mencoba!
loading...
loading...

No comments:

Post a Comment